Saat pertama kali mengenalinya hatiku begitu gembira. Saat bersamanya membuatkan hariku begitu ceria, bagaikan tiada masalah. Duniaku begitu indah sekali. Dia pandai menceriakan hari-hariku. Aku harap kebahagiaan ini akan berkekalan untuk selamanya. Serasa aku tidak sanggup untuk kehilangan dirinya. Aku tidak dapat membayangkan jika hari-hari yang aku lalui tanpa dirinya disisiku.
Tapi ianya bukan seperti yang aku harapkan, seperti yang aku dampakan. Aku memang berharap dia selalu disisiku, selalu membahagiakan aku, selalu menceriakan hariku, tapi apakan daya takdir tidak menyebelahiku. Kebahagiaan yang aku kecapi hanya seketika. Kebahagiaan yang dipinjamkan hanya untuk sementara. Kini dia hilang dari pandanganku, hilang dari hidupku, hilangnya langsung tiada jejak. Sudah puas aku menunggu seandainya dia akan menghubungiku semula tapi penantianku hanya sia-sia.
Kini aku melalui kehidupanku sendirian tanpa kehadirannya. Kenapa kau hadir dalam hidupku jika hanya sementara. Kenapa kau memberiku harapan sekiranya harapan untuk cuma hanya untuk sementara. Kini aku pasrah dengan ketentuan-Nya dan aku cuma berharap walau di mana engkau berada kau akan sentiasa bahagia walaupun hatiku telah kau lukai.

No comments:
Post a Comment